Senin, 14 Juli 2014

My personality according iPersonic

Pemikir Analistis


                                          

Tipe Pemikir Analitis adalah orang-orang pendiam dan tidak banyak bicara. Mereka suka menggali hingga ke dasar masalah – rasa ingin tahu adalah dorongan terbesar mereka. Mereka ingin tahu apa yang menyatukan dunia jauh di dalamnya. Mereka tidak butuh lebih banyak untuk kebahagiaan mereka karena mereka adalah orang-orang yang rendah hati. Banyak ahli matematika, filsuf, dan ilmuwan merupakan tipe ini. Tipe Pemikir Analitis tidak suka kontradiksi dan ketidaklogisan; dengan kecerdasan mereka yang tajam, dengan cepat dan menyeluruh mereka menangkap pola, prinsip, dan struktur. Secara khusus mereka tertarik dengan sifat mendasar segala hal dan penemuan-penemuan teoritis; bagi mereka, tidak penting apakah mereka harus menerjemahkannya menjadi tindakan-tindakan praktis atau membagi pemikiran mereka kepada orang lain. Tipe Pemikir Analitis suka bekerja sendiri; kemampuan mereka untuk berkonsentrasi lebih menonjol dibanding tipe kepribadian yang lain. Mereka terbuka dan tertarik pada informasi baru.

Tipe Pemikir Analitis hanya memiliki sedikit ketertarikan pada masalah sehari-hari – mereka selalu agak seperti „profesor linglung“ yang rumah dan tempat kerjanya berantakan dan hanya mengkhawatirkan diri sendiri dengan hal-hal dasar seperti kebutuhan fisik ketika hal itu menjadi sangat tidak bisa dihindarkan. Pengakuan atas karya mereka oleh orang lain juga memegang peranan penting bagi mereka; secara umum, mereka cukup mandiri dalam hubungan sosial dan sangat mengandalkan diri sendiri. Oleh karena itu tipe Pemikir Analitis sering memberi kesan kepada orang lain bahwa mereka arogan atau congkak – terutama karena mereka tidak ragu untuk melontarkan isi kepala mereka dengan kritik mereka yang biasanya pedas (sekalipun beralasan) dan rasa percaya diri mereka yang tak tergoyahkan. Orang-orang di sekitarnya yang tidak kompeten tidak akan lolos dengan mudah dari mereka. Namun barangsiapa berhasil memenangkan rasa hormat dan ketertarikan mereka akan mendapatkan orang yang jenaka dan sangat cerdas untuk diajak berbincang. Pasangan yang membuat seseorang takjub dengan pengamatannya yang tajam dan selera humornya yang getir.

Butuh waktu sebelum tipe Pemikir Analitis bisa berteman, namun biasanya mereka akan berteman seumur hidup. Mereka hanya butuh sedikit orang di sekitar mereka. Kemampuan yang paling penting bagi mereka adalah kecocokan dan dengan demikian memberi mereka inspirasi. Kewajiban sosial yang terus-menerus dengan cepat membuat mereka jengkel; mereka butuh banyak waktu sendiri dan sering menarik diri dari orang lain. Pasangan mereka harus menghargai ini dan mengerti bahwa ini bukan karena kurangnya kasih sayang. Begitu mereka sudah memutuskan menyukai seseorang, tipe Pemikir Analitis adalah pasangan yang setia dan dapat diandalkan. Namun demikian, Anda jangan mengharapkan romansa dan ekspresi perasaan berlebih dari mereka dan mereka jelas akan lupa ulang tahun pernikahan mereka. Namun mereka selalu siap menyambut malam yang diisi dengan perbincangan menggairahkan dan segelas anggur lezat!

Jumat, 04 Juli 2014

Darkness Into the Light


Ku tatap kaki ku dikegelapan malam yang sunyi tanpa bintang, ku rasakan dinginnya angin berbalut salju menerpa tubuh ku yang kurus. Aku berjalan tanpa aku tahu harus kemana aku membawa kaki ku yang rentan ini. Aku lelah aku lapar dingin dan berdarah. TUHAN! jika kau memang ada di dunia ini berikanlah aku sup yang hangat dengan roti. Hanya itu yang aku minta. Apa permintaan ku ini tidak terdengar oleh Mu Tuhan? Ya.. itu sangat mungkin karena salju ini mulai bertiup dengan kencang dan menghancurkan suara yang muncul. Angin yang kencang menusuk tulang ku. Aku mencoba untuk tetap menjaga Hakeem anjing ku tetap di belakang ku agar dia tidak tertempa oleh dinginnya salju ini. Aku benar-benar mati rasa hingga aku sudah tidak dapat merasakan  tubuh ku lagi. Oh.. Mama.. aku ingin bersama mu saat ini. Aku benar-benar tidak dapat merasakan apa-apa. Bahkan aku sudah tidak tahu apakah kaki munggil ku ini masih setia untuk berjalan atau tidak, Entahlah. Hingga semuanya berubah menjadi gelap, yaa.. benar-benar gelap, aku ingin memanggil anjingku tapi entah mengapa mulut ini tak sanggup untuk bicara, aku diam dan ingin menangis. Tiba-tiba aku merasa hangat hangat yang di mulai dari ujung kaki ku trus naik perlahan hingga badan dan kepala ku, entah mengapa aku pun tidak tahu. Aku merasakan nyaman yang belum pernah aku rasakan seumur hidup ku. Ini benar-benar belum pernah ku rasakan dalam hidup ku. Hingga aku melihat setitik kecil cahaya di ujung pengelihatan ku. cahaya ini membesar dan mendekati ku. Aku tak tahu kenapa hanya saja aku tiba-tiba dilanda rasa gembira yang mengalir dalam tibuh ku aku merasa begitu bahagia dengan sendirinya. Cahaya itu datang menghampiri ku  dan melingkupi ku, aku merasa damai, damai yang tak terlukiskan, kupejamkan mata ku perlahan dan aku melihat sesosok wanita di hadapan ku yang berjalan mendekati ku begitu harum dan mendamaikan, perlahan ia pun terduduk dan menatapku
"Mama?"
"apakah engkau mama?"
"Iya nak.. Ini mama"
aku tak tahu harus bagaimana ini kebahagiaan yang melampaui apa yang bisa selama ini aku rasakan.
"Nak, bangunlah dan ikut dengan mama".
Aku tak dapat berbicara sepatah katapun, aku hanya menurutinya untuk berusaha bangkit. Aku mencari hakeem tapi aku tak dapat melihat dia sejauh aku dapat melihat.
Aku hanya berjalan dan memegang erat tangan mama yang hangat.
Berjalan dalam damai dan ketenangan.
Dalam Cahaya yang tak terbatas jumlahnya.
Selamat tinggal Hakeem!
Aku akan merindukan mu.
Rainbow Pinwheel Pointer